Pakar: "supermoon" jangan dikaitkan dengan bencana!

Diposting oleh Keiruchan Agatha on Selasa, 08 Mei 2012



Jakarta (ANTARA News) - Bulan yang bulat dan seolah tampak besar serta bersinar keemasan (supermoon) pada Sabtu malam jangan dikait-kaitkan dengan ramalan akan datangnya bencana, kata pakar astronomi Thomas Djamaluddin.

"Tidak ada dampak apa pun," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) tersebut yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu malam.

Menurut dia, astronomi tak mengenal istilah supermoon, selain itu astronomi juga tak pernah mengaitkannya dengan bencana.

Istilah supermoon dan kaitannya dengan bencana, urainya, hanya ada dalam astrologi, dan astrologi adalah pemahaman bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib kehidupan manusia di bumi. 

"Namun astrologi bukanlah cabang sains, sedangkan astronomi adalah cabang sains atau ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan dan kondisi fisik benda-benda langit," katanya.

Sesungguhnya, ujarnya, puncak purnama terjadi pada Minggu pagi 6 Mei pukul 10.35 WIB dengan perigee (jarak terdekat) bulan dengan bumi terjadi pada pukul 10:34 WIB pada jarak 357.000 km, 27.000 km lebih dekat dari rata-ratanya 384.000 km. 

Menanggapi supermoon, ia juga mengatakan, orang awam sebenarnya sulit melihat penambahan ukuran dan kecerlangan bulan di saat purnama terdekat tersebut. 

"Mengapa gambar-gambar di internet menampakkan bulan tampak besar sekali? Sebenarnya itu hanya efek relatif perbandingan bulan dan objek latar depan," ujarnya. 

Menurut dia, kejadian jarak bulan terdekat dengan bumi (perigee) adalah peristiwa bulanan, dimana periodenya sekitar 27,3 hari. Sedangkan peristiwa purnama juga kejadian bulanan dengan periode sekitar 29,5 hari. 

Karena perbedaan periode ini, perigee tidak selalu bersamaan dengan purnama, tambahnya. 

Peristiwa perigee yang bersamaan dengan purnama, baru akan berulang lagi setelah 18 tahun, yaitu kelipatan 241 x 27,3 hari yang sama dengan 223 x 29,5 hari. 

Bulan pada posisi paling dekat dengan bumi, urainya, memang berdampak pada makin menguatnya efek pasang surut di bumi, terutama pada air laut. 

"Air laut akan makin tinggi dalam kondisi ini. Bila itu bersamaan dengan purnama, ada efek penguatan juga dari gaya pasang surut matahari, sehingga efek pasang surut cenderung paling kuat. Tapi bukan berarti bencana," katanya.(T.D009/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Share Please :

Posted by : Keiruchan Agatha ~ / Portal Media Informasi Pilihan

Markup Validation Service
Anda telah membaca artikel Pakar: "supermoon" jangan dikaitkan dengan bencana! Ditulis oleh Keiruchan Agatha pada Selasa, 08 Mei 2012. Kritik dan saran dapat disampaikan via kotak komentar. Anda diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link yang ada di bawah sebagai sumbernya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Salam blogger and Happy blogging.

Baca Yang Ini Juga Boz :

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dengan tidak meninggalkan link. Jika ada kesalahan dalam artikel ini dan jika ada saran dan kritik silahkan tulis komentar anda dibawah dengan baik dan sopan... ;)
Dan jika kedapatan link yang mati dalam penempatan software atau game harap beritahukan agar segera diperbaiki...

 
Markup Validation Service Markup Validation Service Markup Validation Service Markup Validation Service Markup Validation Service